Kembali ke Berita
Artikel IT

Bagaimana Cara Kerja ChatGPT dan Gemini? Ternyata AI Tidak Berpikir Seperti Manusia

Oleh: UPT Pusat TIK 12 July 2026 Dibaca 51 Kali
Bagaimana Cara Kerja ChatGPT dan Gemini? Ternyata AI Tidak Berpikir Seperti Manusia

Setiap hari jutaan orang menggunakan ChatGPT dan Gemini untuk mencari informasi, membuat artikel, menulis kode program, menerjemahkan bahasa, hingga membantu mengerjakan tugas. Jawaban yang dihasilkan sering kali begitu alami sehingga banyak orang bertanya, "Apakah AI benar-benar berpikir seperti manusia?"

Jawabannya adalah tidak.

Meskipun terlihat seperti sedang berdialog dengan seseorang, ChatGPT dan Gemini bekerja menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang sangat kompleks bernama Large Language Model (LLM). Model ini tidak memiliki kesadaran, emosi, atau kemampuan berpikir seperti manusia. Sebaliknya, AI mempelajari pola bahasa dari miliaran contoh teks, kemudian memprediksi kata berikutnya yang paling sesuai berdasarkan konteks percakapan.

Lalu, bagaimana sebenarnya proses tersebut berlangsung?

Langkah 1: Anda Menulis Pertanyaan (Prompt)

Semua proses dimulai dari sebuah prompt, yaitu perintah atau pertanyaan yang diketik oleh pengguna.

Contohnya:

  • "Buatkan artikel tentang transformasi digital."
  • "Apa itu Internet of Things?"
  • "Tolong buat program Python untuk menghitung luas lingkaran."

Semakin jelas dan spesifik prompt yang diberikan, biasanya semakin baik pula jawaban yang dihasilkan. Karena itu, kemampuan membuat prompt (prompt engineering) kini menjadi salah satu keterampilan penting dalam memanfaatkan AI.

Langkah 2: AI Memecah Kalimat Menjadi Token

Komputer tidak memahami kalimat seperti manusia. Sebelum diproses, kalimat yang kita tulis akan dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang disebut token.

Misalnya kalimat:

"Belajar AI itu menyenangkan."

Dapat dipecah menjadi beberapa token seperti:

  • Belajar
  • AI
  • itu
  • menyenangkan

Setiap token kemudian diubah menjadi bentuk angka agar dapat diproses oleh sistem AI.

Langkah 3: AI Memahami Hubungan Antar Kata

Setelah menjadi angka, AI menganalisis hubungan antar kata menggunakan teknologi bernama Transformer, sebuah arsitektur jaringan saraf yang menjadi fondasi hampir semua AI modern.

Transformer memungkinkan AI memahami konteks sebuah kalimat. Misalnya, ketika Anda menulis:

"Saya membeli laptop baru karena laptop lama saya rusak."

AI memahami bahwa kata rusak mengacu pada laptop lama, bukan laptop yang baru dibeli. Kemampuan memahami hubungan seperti ini membuat jawaban AI terasa lebih alami.

Langkah 4: AI Memprediksi Kata Berikutnya

Di sinilah proses yang paling menarik terjadi.

ChatGPT maupun Gemini tidak mencari jawaban di internet setiap kali Anda bertanya. Sebaliknya, model menghitung kata apa yang paling mungkin muncul berikutnya berdasarkan pola yang telah dipelajarinya selama proses pelatihan.

Sebagai ilustrasi, jika Anda mengetik:

"Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus..."

AI akan menghitung berbagai kemungkinan kata berikutnya, misalnya:

  • 1945 → peluang sangat tinggi
  • 1946 → peluang rendah
  • 1950 → peluang sangat rendah

AI kemudian memilih kata dengan probabilitas paling tepat, lalu mengulangi proses tersebut berkali-kali hingga terbentuk satu jawaban lengkap.

Meskipun terdengar sederhana, proses ini terjadi sangat cepat—dalam hitungan milidetik.

Dari Mana AI Mendapatkan Pengetahuannya?

Sebelum dapat digunakan, ChatGPT dan Gemini menjalani proses pelatihan menggunakan kumpulan data yang sangat besar. Data tersebut mencakup berbagai jenis informasi, seperti:

  • Buku
  • Artikel
  • Dokumentasi teknis
  • Kode pemrograman
  • Materi pembelajaran
  • Konten yang dilisensikan
  • Data yang dibuat atau ditinjau oleh pelatih manusia

Dari data tersebut, AI belajar mengenali pola bahasa, hubungan antar konsep, struktur kalimat, hingga cara menjawab berbagai jenis pertanyaan.

Yang perlu dipahami, AI tidak menghafal seluruh isi data tersebut. AI mempelajari pola statistik dan hubungan antar kata sehingga mampu menghasilkan respons baru yang relevan dengan pertanyaan pengguna.

Apa Perbedaan ChatGPT dan Gemini?

Secara teknologi, keduanya memiliki prinsip kerja yang hampir sama karena sama-sama menggunakan model bahasa besar (Large Language Model) berbasis arsitektur Transformer.

Perbedaannya lebih banyak terletak pada ekosistem dan fitur.

ChatGPT dikembangkan oleh OpenAI dan dikenal memiliki kemampuan yang sangat baik dalam percakapan, penulisan, pemrograman, analisis data, serta membantu berbagai pekerjaan kreatif dan profesional.

Sementara itu, Gemini dikembangkan oleh Google dengan fokus pada kemampuan multimodal, yaitu mampu memahami berbagai jenis informasi seperti teks, gambar, audio, video, dan dokumen. Gemini juga dapat terintegrasi dengan layanan Google seperti Gmail, Google Drive, Google Docs, dan Google Maps, tergantung pada fitur yang tersedia dan izin yang diberikan oleh pengguna.

Apakah Jawaban AI Selalu Benar?

Jawabannya adalah belum tentu.

Walaupun sangat canggih, AI masih dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat atau bahkan salah. Fenomena ini dikenal sebagai AI Hallucination, yaitu ketika AI memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan tetapi sebenarnya tidak didukung oleh fakta.

Karena itu, informasi yang berkaitan dengan penelitian, kesehatan, hukum, keuangan, atau keputusan penting lainnya sebaiknya tetap diverifikasi menggunakan sumber yang tepercaya.

AI sebaiknya dipandang sebagai asisten pintar, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis manusia.

Mengapa AI Menjadi Teknologi Masa Depan?

Kemampuan AI untuk memahami bahasa alami membuka peluang besar di berbagai bidang. Di dunia pendidikan, AI membantu mahasiswa memahami materi, menyusun laporan, hingga belajar pemrograman. Di dunia bisnis, AI digunakan untuk meningkatkan layanan pelanggan, membuat konten pemasaran, menganalisis data, dan mengotomatisasi berbagai proses kerja.

Seiring perkembangan teknologi, kemampuan AI akan terus meningkat. Namun, keberhasilan pemanfaatannya tetap bergantung pada bagaimana manusia menggunakannya secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Penutup

ChatGPT dan Gemini bukanlah mesin yang "berpikir" seperti manusia. Keduanya bekerja dengan memanfaatkan model matematika yang sangat besar untuk mempelajari pola bahasa, memahami konteks, dan memprediksi kata berikutnya sehingga menghasilkan jawaban yang terasa alami.

Memahami cara kerja AI tidak hanya membuat kita lebih percaya diri dalam menggunakannya, tetapi juga membantu kita menyadari bahwa setiap jawaban tetap perlu dianalisis secara kritis. Dengan memahami kelebihan dan keterbatasannya, kita dapat memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu yang sangat bermanfaat untuk belajar, bekerja, dan berinovasi di era digital.

Bagikan Artikel Ini :